So Long, Roy!

Baru sekitar 3 minggu yang lalu, bunnies saya beliin dua ekor kelinci kecil yang lucu dan imut.

Sepasang kelinci lokal berumur 4 bulan ini diberi nama Clara Bella dan Roy Albert. 

Lucu banget mereka berdua punya ciri khas yang unik.

Clara dengan bulunya berwarna putih tapi ada sedikit pola hitam berantakan di badannya, tampak cantik dan sangat betina denga bentuk matanya yang memiliki motif seperti ia memakai eyeliner wink.


Sementara Roy dengan muka bloon nya, tampak lebih lincah melompat kesana kemari. Terkadang terlihat selonjoran di sudut kandang atau bahkan di sudut dekat pompa air, tempat favoritnya kalau tidak sedang berada di kandang. Bulu cokelat dekilnya kadang membuat penampilan Roy terlihat bloon. Terlebih kalau di malam hari, ketika saya pulang kerja dan sengaja mendatangi mereka di kandang, Roy spontan mengumpat di balik punggung Clara. Itu pemandangan yang bisa bikin saya terbahak-bahak. 

Tak jarang ketika anak-anak keluar rumah, saya pun ikut menggendong, mengusap bahkan bermain berkejar-kejaran dengan Roy dan Clara.

Sedih rasanya begitu terima telpon dari Gagah yang nangis sesegukan mengabarkan Roy mati. Terlebih karena tahu penyebab kematiannya adalah karena digigit kucing liar... Duuuccchh, poor Roy. Pasti sakit banget ya, Roy

Ga lama berselang, Lalo pun kembali telpon dengan suara tangisan yang ga berhenti di ujung sana. Rasanya pengen pulang dan peluk anak-anak. Kasihan mereka harus kehilangan Roy dalam waktu yang singkat. Kematian Roy rupanya cukup tragis buat mereka, hmmm buat saya juga sich.

Sempat terlontar, saya akan mencari ganti Roy yang baru. Namun, ide ini langsung ditolak Gagah dengan alasan, "tapi kan itu bukan Roy, buna" yang dilanjutkan dengan tangisan yang lebih seru lagi. Saya sampai ngembeng ketika pembicaraan itu berlangsung.

Well, bunnies memang sudah memenuhi komitmen untuk mengurus dan merawat Roy dan Clara. Kepergian Roy jadi pukulan berat buat mereka sekaligus mengajarkan arti ditinggalkan buat mereka.

So long, Roy...
We love you...much!
Thank you for being with us meskipun cuma sebentar.

Sampai ketika mengetik inipun, air mata masih menetes dari mata saya

Komentar